Pages

Selasa, 27 Januari 2015

Golput Ancam Demokrasi Negara



Golput Ancam Demokrasi Negara
Oleh       : Hosniyah


Tahun 2014 merupakan tahun politik bagi negara Indonesia, dimana pesta demokrasi digelar mulai dari calon legislatif Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bahkan sampai pemilihan orang nomor satu di negara ini. Indonesia adalah negara demokrasi sehingga partai politik menjadi jembatan bagi negara demokrasi tersebut. Wajar jika calon legislatif (caleg) dari berbagai macam kalangan yaitu bisnis, politisi, aktivis bahkan beberapa aktris ibu kotapun ada yang ikut andil dalam mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif ini. Namun, dalam hal ini tidak semua calon legislatif atau calon presiden (capres) dianggap baik oleh warga negara untuk memimpin negara ini dan mampu mejalankan tugasnya dalam mewakili suara rakyat.
Anggapan sebagian warga mengenai ketidak percayaan terhadap calon pemimpin membuat maraknya fenomena golongan putih (golput) yang berisikan warga untuk memutuskan tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum (pemilu). Istilah golput tersebut sudah terjadi sejak pemilu pertama pada saat orde baru yang berawal dari protes mahasiswa dan pemuda yang menolak dengan adanya pemilu. Salah satu alasan yang mengapa memakai istilah kata Putih dalam golongan ini yaitu karena mereka menganjurkan agar mecoblos bagian putih surat suara atau mencoblos semua yang berwarna putih pada surat suara tersebut. Fenomena tersebut sampai detik ini masih saja terjadi dalam pemilu. Pemilu sebenarnya adalah wadah bagi semua warganegara Indonesia untuk menuangkan apresiasinya dalam memilah dan memilih siapa yang terbaik untuk menjadi pemimpin di negara ini, sehingga dengan adanya pemilu itulah semua rakyat sangat mudah untuk menentukan pilihannya. Akan tetapi, belakangan ini masih saja ada sekelompok orang yang lebih memilih golput.

PERUT BUNCIT, OH NOO!!!!!!!!!!!!!!!


PERUT BUNCIT, OH NOO!!!!!!!!!!!!!!!

Hay guys, jumpa lagi dengan Swarahasta edisi September. Kali ini kita akan membahas tentang cara mengatasi perut buncit yang biasanya dialami oleh sebagian kaum hawa. Sebelum kita mengatasi masalah tersebut, kita harus mengetahui faktor apa saja yang mengakibatkan perut menjadi buncit. Penyebab utama adalah pola hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan dengan gizi yang tidak seimbang, terlalu banyak ngemil, kurangnya olah raga, serta tidur sehabis menyantap makanan. Halini lah yang membuat perut menjadi membuncit. Well, mau taukan gimana cara mengatasinya, ini nih
1.      Niat dan Doa
Well, segala sesuatu harus di awali dengan niat dan doa. Karena tanpa adanya niat dan doa yang ikhlas, semua usaha yang dilakukan akan terasa sisa-sia. Niat juga berguna untuk memotivasi kita agar melakuakan usaha denagan keras dan tetap berdoa untuk mengiringi setiap niat dan keinginan kita.

Tips Berwisata Kuliner



Tips Berwisata Kuliner

Wisata adalah kegiatan yang menyenangkan untuk menjumpai sebuah ­­hal yang baru. Sedangkan kuliner adalah hasil masakan yang beraneka ragam dan berupa makanan khas daerah yang beraneka ragam. Jadi wisata kuliner ialah sebuah kegiatan yang menyenangkan untuk menikmati setiap makanan khas suatu daerah. Nah….!!! Kalau bicara masalah kuliner nggak akan pernah ada habisnya sebelum kita mencicipi satu persatu makanan daerah yang beraneka ragam.
Ok temen-temen biar semuanya bisa berwisata kuliner dengan tepat, tidak membosankan, enak, dan sesuai dengan isi kantong berikut beberapa tipsnya.
1.       Referensi
Sebelum kita berkuliner, kita harus mempunyai referensi terlebih dahulu agar lebih gampang memilih kuliner yang kita inginkan. Dan kita juga bisa mencari referensi tersebut dibeberawa situs jejaring sosial dan media, yang meliputi website, televisi, dan majalah.

PUDARNYA MORAL BANGSA, BUKTI PUDARNYA KEBERADAAN PKN



PUDARNYA MORAL BANGSA, BUKTI PUDARNYA KEBERADAAN PKN
Oleh : Desi Wijayanti

Pendidikan Kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dengan nama PKN ini adalah mata pelajaran yang mengajarkan tentang hak dan kewajiban, Hak Asasi Manusia (HAM), serta seluk beluk kewarganegaraan yang ada dan diterapkan di Indonesia. Tujuan diadakannya mata pelajaran ini tidak hanya sebatas formalitas pendidikan belaka, melainkan untuk menambah wawasan serta memupuk rasa cinta tanah air terhadap bumi pertiwi. PKN diajarkan kepada anak Indonesia mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang Perguruan Tinggi. Selain itu, PKN diajarkan sejak dini guna memberikan contoh serta menanamkan tentang pendidikan moral yang menjadi tata krama yang berlaku di Indonesia, sehingga generasi penerus diharapkan mampu menjadi bibit-bibit pemimpin yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat agar mampu meneruskan pembangunan selanjutnya.
Saat ini PKN hanya dijadikan sebuah mata pelajaran yang wajib mereka tempuh dan selesaikan. PKN tidak memiliki daya pemikat lagi untuk diresapi dan ditekankan dalam setiap diri generasi Indonesia. Jika selama ini PKN digembor-gemborkan untuk pendidikan moral, lalu apakah moral generasi Indonesia saat ini terlihat baik? Jawabannya memang relatif tergantung dari sudut pandang kita menyikapnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia masih memiliki bibit-bibit baru yang kreatif dan dapat mengharumkan bumi pertiwi. Namun dibalik itu semua, tidak sedikit juga yang mencoreng nama Indonesia, salah satunya yaitu kasus korupsi.
Pasalnya Indonesia menduduki posisi pertama negara terkorup se Asia Pasific yang dirilis oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hongkong pada tahun 2010, serta negara terkorup ke lima didunia seperti yang dilansir oleh transparency.org. Betapa malunya kita pada negara lain yang berada diluar sana. Indonesia memiliki berjuta-juta kekayaan alam yang diwariskan oleh Tuhan, keunikan serta keragaman budayanya yang membuat negara asing terpikat dengan negara kita, namun itu semua tercoreng oleh sebuah kata yang bernama “Korupsi”.  
*